Jumat, 23 Januari 2009

Academic..(Intro. to Culture Studies)

Perubahan adalah ruh kehidupan.

Tidak ada yang stagnan di dunia

sehingga semuanya terkena hukum perubahan,

baik yang bergerak linier maupun yang sirkular.

Abstraksi

Berangkat dari sebuah kata yakni perubahan, maka semua peristiwa terjadi berantai merangkai berbagai peristiwa yang mewarnai berbagai sendi kehidupan yang terkadang tak lepas dari adanya controversial akibat perubahan itu. Segala yang ada didunia ini akan mengalami perubahan karena pada hakikatnya perubahan merupakan sunatullah yang mekanismenya terkendali dan tersetruktur dalam hukum alam yang telah ditetapkan sejak proses penciptaan itu sendiri terjadi. Bila perubahan itu dikaitkan dengan eksistensi manusia dalam proses kebudayaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab manusia itu sendiri. Persoalan kebudayaan itu adalah persoalan manusia karena manusia adalah pelaku atau pencipta dari kebudayaan, sebagaimana Koentjara ningrat memberikan definisi bahwasannya kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Dalam teori struktural fungsional kebudayaan dianggap sebagai suatu proses yang saling berkaitan antara satu subsistem dengan sub system yang lain, dan kebudayaan berfungsi untuk mempertahankan struktur sosial yang ada dimasyarakat. Dalam teori evolusi juga dikemukakan bahwa kebuadayaan akan selalu berevolusi atau mengalami perubahan.

Komunitas Islam di Tengah Perubahan:

Tradisi Lokal Pada Komunitas Islam Pesisir Tuban

Dalam Perspektif Simbolik Interpretatif.

Perubahan di bidang agama, budaya dan politik, cenderung tidak linier tetapi lebih sering bersifat sirkular. Didalam beberapa kasus, perubahan tradisi masyarakat sangat difasilitasi oleh aspek politik. Sejarah perkembangan Islam dijawa adalah contoh dari adanya proses tersebut.

Islam memang berkembang melalui pesisir. Demikian pula munculnya kekuatan Islam dalam skala besar juga datang dari pesisir. Hal ini mudah dipahami sebab pesisir adalah daerah pertemuan berbagai kebudayaan atau tradisi dari berbagai bangsa, ras suku dan agama. Kontak kebudayaan antara pendatang yang sering singgah diwilayah pesisir pada masa-masa awal Islam di Jawa menyebabkan adanya proses tarik menarik antara budaya luar dengan budaya lokal yang tak jarang menghasilkan dinamika budaya masyarakat setempat.

Diwilayah pesisir mengalami asimilasi budaya seperti, Mereka menyakini iman dalam islam, tetapi masi mempercayai berbagai kenyakinan lokal, dalam konsep islam puris disebut sebagai bid’ah atau penambahan ajaran islam dari kerangka pikir yang tidak ditemui dasarnya di dalam islam. Konsep ini dipertahankan dengan konsep bid’ah hasanah atau penambahan ajaran islam dari kerangka berpikir lokal, tapi bernilai baik menurut trasi “islam lokal”.

Masyrakat pesisir juga bergelut dengan tradisi lokalnya sendiri dalam bentuk melakukan berbagai upacara ritual keagamaan yang berbeda dengan konsepsi islam puris, seperti melakukan manganan di tempat yang dianggap keramat atau pemberian pengormatan kepada para “wali” melakukan trdisi nyekar secara rutin dan temporal, upacara lingkaran hidup dan sebagainya.

Dalam banyak kasus ziarah ke makam wali justru meminta meminta sesuatu kepada wali yang sudah meninggal. Ini merupakan tradisi liokal, sedangkan menurut tradisi besarnya, meminta haruslah kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada sesama makhluk, apalagi kepada yang sudah meninggal. Sebaliknya, ada kenyakinan lain yang beranggapan bahwa berziarah ke makam wali bisa menjadikan kemusyrikan, sebab jika tidak benar maka akan terjerumus pada sikap dan tindakan menyekutukan Tuhan. Dalam bukunya The Religion of Java, Greez menggambarkan bahwa masyarkat jawa memiliki agama sendiri, yaitu agama lokal yang berisi kepercayaan terhadap numerologi, kekuatan gaib, dan berikut tradisi upacara ritualnya yang diidentikan dengan kepercayaan kaum abangan yang terkonsentrasi di wilayah pedesaan jawa.

Islam sasak adalah islam yang bernuansa lokal, dalam agama wetu telu yang paling menonjol dan sentral adalah pengetahuan tentang lokal, tentang adat, bukan pengetahuan tentang islam sama sekali, misalnya do’a-do’a , tempat peribadatan masjid, dan tempat lain yang mengintroduksi keislaman mereka.Ziarah makam, ternyata merupakan tradisi yang telah melembaga pada masa pada masa pra-islam dan telah berkembang di nusantara.

Masayrakat palang terdiri dari masyarakat pertanian(di sebelah selatan) dan masyarakat nelayan(di sebelah utara). Mereka terbagi dua golongan sosial-religiusnya, yaitu wong muhammadiyah dan wong NU. Kategori sosial-religius ini juga berkaitan dengan penggolongan wong kulonan(penganut santri NU) dan wong etanan(wong Muhammadiyah).

Masyarakat NU, tradisi upacara ritual dengan cara ritual masih sangat menonjol. Berbeda dengan masyarakat Muhammadiyah, dimana upacara-upacara keagamaan yang biasa dilakukan orang-orang NU tidak dilakukan. Upacara itu seperti, ritus lingkaran hidup, ritus tolak balak, ritus ekonomi dan ritus agama lainnya.

Menurut islam jawa, ada tiga lokus sakral di dalam kehidupan, yaitu masjid, makan dan sumur. Ketiga lokus itu dalam konsepsi kebudayaan disebut sebagai cultural sphere atau ruang budaya yang mempertemukan berbagai kelompok sosial, yaitu kaum ambangan dan santri. Masjid tempat bertemunya kaum santri yang berafiliasi sosial keagamaan NU dan Muhammdiyah, sedangkan sumur dan makam adalah tempat bertemunya kaum abangan dan santri NU.

Medan budaya yang mempertemukan kaum abangan dengan NU baik diluar rumah seperti sumur dan makam maupun di dalam rumah yaitu berbagai upacara rumah tangga(lingkaran hidup, hari baik atau hari lainnya) bertemali dengan semakin banyaknya kaum abangan yang menjadi NU dalam makna keagamaannya.

Hubungan NU dengan Muhammadiyah adalah hubungan yang polaristik, terutama dilihat dari amalan agama(keislaman) maupun afiliasi politiknya.

Analysis dengan Pendekatan

Teori Struktural Fungsional dan Evolusi Budaya

Dalam teori struktural fungsional kebudayaan dianggap sebagai suatu proses yang saling berkaitan antara satu subsistem dengan sub system yang lain. Dengan kata lain apabila salah satu unsure kebudayaan itu mengalami perubahan, maka unsure kebudayaan lain pun akan ikut terpengaruh dan cenderung mengikuti perubahan tersebut. Oleh karena itu bila kita melihat tradisi lokal yang terdapat pada masyarakat pesisir Palang, Tuban, Jawa Timur memiliki indikasi berhubungan dengan teori tersebut. Seperti halnya tradisi-tradisi yang ada didalam masyarakat jawa yang terkait dengan tempat-tempat suci yang lebih mengandung unsur sakral seperti sumur, makam dan masjid.

Sumur merupakan medan budaya dimana terdapat kegiatan budaya seperti nyadran, kemudian di makam juga terdapat manganan dan dimasjid juga terdapat kegiatan budaya, seperti peribadatan. Dalam kultur masyarakat jawa terdapat tiga golongan yakni Santri ( NU dan Muhammadiyah), Abangan dan Priyayi, meskipun kelompok priyayi masih Kontroversial bila dikaitkan dalam kelompok tersebut. Karena Priyayi adalah kelompok sosial sedangkan Santri dan Abangan adalah kategori ketaatan beragama.

Islam memang berkembang melalui pesisir. Demikian pula munculnya kekuatan Islam dalam skala besar juga datang dari pesisir. Hal ini mudah dipahami sebab pesisir adalah daerah pertemuan berbagai kebudayaan atau tradisi dari berbagai bangsa, ras suku dan agama. Orang pesisir lebih mudah dalam menerima perubahan dibandingkan dengan orang pedalaman. Hal ini karena masyarakat pedalaman cukup terisolir dan sulit berinteraksi dengan dunia luar. Didaerah pesisir lebih cepat terjadi peubahan kebudayaan karena adanya proses interaksi dengan kalangan pendatang. Budaya-budaya yang ada cenderung telah banyak mengalami perubahan sebagai hasil proses islamisasi yang terjadi. Berbagai sistem kegiatan-kegiatan ritual telah mengalami perubahan atau telah beralih fungsi, seiring terjadinya perubahan disatu sistem. Hal ini disebabkan antara sistem-sistem tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Kita bisa melihat berbagai tradisi yang telah mengalami perubahan akibat dari adanya proses Islamisasi. Misalnya dalam upacara kehamilan, akan terdapat proses penyucian melalui ritus bacaan doa, bacaan ayat-ayat suci Al-qur’an dan juga pembuatan simbol-simbol kesucian, seperti nama Maryam, Yusuf, atau Muhammad sebagai lambang-lambang manusia suci dalam kehidupan. Selain itu ada juga penulisan tokoh tokoh dalam pewayangan. Ritual ini menandakan percampuran antara budaya lokal dengan Islam. Kaum santri ( NU ) dalam proses Islamisasinya lebih cenderung melakukan pendekatan dengan masuk kedalam ritus kebudayaan orang abangan, dan cenderung mempertahankan kebudayaan yang ada. Akan tetapi kebudayaan yang ada telah diberi ruh Islam dalam pelaksanaannya nilai-nilainya tanpa menghilangkan tradisi tersebut. Hal ini karena kebudayaan tersebut memiliki kemampuan untuk melestarikan struktur sosial yang ada. Selain itu, berbagai ritus lain yang ada dalam masyarakat abangan juga telah mengalami perubahan, karena seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya proses Islamisasi tersebut masuk kedalam sistem budaya masyarakat abangan, khusunya yang berupa ritual dan berbagai upacara adat, yang pada dasarnya memiliki keterkaitan antara satu sistem –dengan sistem yang lain, seperti manganan, nyadran dan sebagainya.

Masjid adalah tempat dimana golongan santri baik NU maupun Muhamadiyah bisa bertemu. Meskipun sering terjadi perbedaan yang pada akhirnya mereka mendirikan masjid sendiri-sendiri. Akan tetapi pada prinsipnya mereka bisa bertemu di masjid. Sebaliknya golongan abangan tidak mendatangi masjid untuk kpentingan ibadah, mereka mendatangi sumur dengan upacara ritual nyadran. Hal ini dimanfaatkan oleh orang NU dalam proses Islamisasi. Medan budaya sumur dan medan budaya abangan lainnya menjadi pertemuan menjadi arena budaya golongan abangan dan NU, meskipun dengan motif yang berbeda. Hal ini juga jelas bahwasannya NU tetap mempertahankan tradisi ritual orang abangan karena tradisi tersebut memiliki kemampuan untuk mempertahankan struktur sosial yang ada, yang pada akhirnya menarik orang abangan ke dalam NU akan lebih mudah. Berbeda dengan Muhammadiyah yang hampir tidak memiliki medan budaya yang sama dengan kelompok abangan, sehingga cukup sulit untuk menarik mereka kedalam kelompok Muhammadiyah.

Melalui bertemunya abangan dan NU dalam medan budaya tersebut maka perlahan terjadilah perubahan yang tanpa merubah struktur sosial masyarakat yang ada. Seiring gencarnya proses Islamisasi kultural, perubahanpun terjadi, dari tradisi nyadran didalam tradisi lokal yang menghadirkan festifal kerakyatan sindiran kepada kegiatan pengajian atau tahlilan dan yasinan, demikian pula tradisi manganan kuburan yang berubah menjadi pengajian, tahlilan dan yasinan. Perubahan tersebut sepertinya tidak akan terjadi tanpa adanya pertemuan maupun interaksi dalam medan budaya tersebut. Dengan melakukan pendekatan kultural yang tetap mempertahankan struktur sosial masyarakat yang ada maka terjadilah santrinisasi atau proses Islamisasi orang-orang abangan kedalam Islam.

Bila kita lihat dalam teori evolusi dikemukakan bahwasannya kebudayaan akan selalu berubah seiring dengan waktu yang terus berputar. Oleh karena, terlepas dari proses Islamisasi yang kultural, perubahan yang ada dalam tradisi orang-orang abangan merupakan sebuah bukti bahwasannya tidak ada sesuatu yang stagnan, artinya segala sesuatunya akan mengalami perubahan, dan perubahan itu akan berlangsung terus menerus. Tidak menutup kemungkinan, baik kelompok santri maupun abangan akan mengalami perubahan dari masa kemasa.

PEMIMPIN MUDA

( Pemimpin Muda; Sebuah Euphoria dan Kualitas)

Oleh : Agus Rahmansyah*

Pemimpin muda, sosok muda dengan harapan baru dan semangat pembaruan. Sepertinya kata-kata itu sudah tidak begitu asing ditengah riuhnya pra pesta demokrasi tahun 2009 ini. Sepertinya penduduk negeri ini membutuhkan seorang tokoh muda yang mampu membawa perubahan dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan berbondong-bondong para elit pusat dan daerah menggembor-gemborkan lahirnya sosok muda yang enerjik dengan wawasan dan pengetahuan baru baik dari kalangan artis, akademisi sampai kalangan pengangguran pun tak asing dengan hal tersebut, dan sepertinya sudah menjadi menu utama disetiap perbincangan masyarakat negeri ini.

Sosok muda dan tua sebenarnya bukanlah sebuah permasalahan, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah ketika sosok muda yang yang hadir hanya sekedar ikut meramaikan isu-isu kemunculan tokoh muda tanpa dibarengi dengan kulitas dan kapabilitas yang matang, apa yang terjadi bila semua itu dibiarkan begitu saja tanpa ada kontrol sosial yang jelas, permasalahan bangsa ini cukup rumit dan membutuhkan sosok muda yang memiliki kualitas dan kapabilitas serta wawasan yang luas bukan pemuda yang hanya mengejar market atau pun untung-untungan dengan modal tampang keren dan bergaya eksklusif ditengah maraknya isu-isu kebangkitan tokoh muda.

Isu tentang pemimpin muda sebenarnya bukan sebuah fenomena baru yang terjadi di negara kita. Sejak perjuangan negara kita menuju kemerdekaan, para pemuda telah banyak memberikan kontribusi bagi kemerdekaan negara kita tercinta ini. Seperti Jong Java, Ambon, sumatra dan sebagainya, adanya Sumpah Pemuda dan berbagai gerakan pemuda Indonesia telah menunjukkan eksistensi pemuda dalam percepatan kemerdekaan negeri ini.

Realita yang bisa kita lihat saat ini adalah kecenderungan jargon pemuda dijadikan sebuah alat pencari kedudukan. Isu pemimpin muda cenderung menjadi sebuah euphoria dikalangan masyarakat, dan cenderung mengabaikan prestasi dan kredibilitas tokoh muda itu sendiri. Berbagai icon ditampilkan dengan slogan yang bervariasi, ada yang mengatakan saatnya yang muda bangkit, saatnya yang muda memipin, dan sebagainya. Secara bahasa kata-kata itu memunculkan berbagai asumsi. Yang pertama mengasumsikan bahwasannya selama ini pemuda telah terpuruk sehingga sang tokoh menyuarakan ini adalah waktunya bagi pemuda untuk bangkit, dan yang kedua yang muda disini usianya ataukah baru masuk dalam dunia politik atau dia adalah orang baru dalam dunia politik.

Kita bebas menginterpretasikan segala sesuatunya, karena ini adalah buah reformasi yang kita kumandangkan, maka mari kita nikmati buah ini. Otak boleh panas, adu argumen, perbedaan pendapat didiskusikan, semua dilakukan demi mencari penyelesaian yang adil, dan bukan berakir dengan adu jotos seperti teman-teman kita diwaktu lalu.

Untuk itu kita sebagai insan akademis tentunya kita harus menyikapi hal tersebut dengan arif dan bijaksana, kita harus sigap menyikapi gejolak yang ada, jangan sampai kita terjebak dalam semangat euphoria ditengah maraknya kemunculan tokoh muda, tetapi hendaknya kita tetap mengedepankan kualitas, karena kita sebagai insan akademis yang notabennya selalu bergelut dengan hal-hal ilmiah bukan sekedar tebar pesona dan gaya-gayan semata. Cukup ironis sekali bila pemuda saat ini hanya bisa berkomentar tanpa ada suatu tindakan nyata terhadap kemajuan negeri ini. Dalam konteks pelajar tentunya yang bisa kita lakukan adalah dengan terus belajar dan berinovasi serta berjiwa kritis dalam koridor etika kesopanan sebagai warga negara demi terwujudnya perubahan yang positif. Hal yang terpenting saat ini bagaimana kita berbuat, artinya segala yang kita perbuat haruslah mencerminkan sebuah pandangan kita sebagai generasi muda yang berilmu. Selamat berjuang kaum muda, dipundak anda harapan bangsa ini.



* Siswa Sekolah Penulisan Pusat Studi Humaniora Fak. Adab

Jangan Bilang Kau tak Bisa Menggapainya

Oleh: Agus Rahmansyah*

Setiap pagi seperti biasa Ratih membantu ibunya membawakan barang dagangan kepasar sebelum dia pergi sekolah. Berat sebenarnya dijalani oleh Ratih, akan tetapi itulah sebuah realita kehidupan yang terkadang terjadi di luar batas perkiraan kita, Seperti halnya yang terjadi pada Ratih saat ini. Dia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, saat ini dia sedang duduk di kelas Tiga SMAN 1 Rantau Rasau. Sebentar lagi dia akan mengikuti ujian akhir nasional. Adik lena pun akan mengalami hal yang sama, yang nomor dua saat ini duduk dikelas satu SMP dan yang terakhir saat ini sedang duduk di kelas empat SD. sungguh merupakan sebuah beban berat yang harus ditanggung oleh kedua orang tuanya, dan itulah sebuah perjuangan orang tua kita yang tak pernah letih demi masa depan anak-anaknya.

Ratih merupakan sosok anak yang rajin, meski memiliki banyak aktivitas dia memiliki prestasi belajar yang baik. Dia sering diutus untuk mengikuti lomba cerdas cermat baik ditingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten, para gurunya pun banyak yang tersanjung dengan sikapnya. Meski tergolong anak yang berprestasi, ia tak pernah malu mengantarkan ibunya berjualan dipasar atau bahkan tak jarang dia ikut membantu ibunya berjualan. Benar-benar sebuah pengabdian yang mulya dari seorang anak meski semua itu belum cukup untuk membalas cucuran keringat dan air mata kedua orang tua kita.

Tidak seperti biasa, hari ini Ratih berangkat sekolah pagi-pagi sekali karena hari ini merupakan hari pertama ia mengikuti Ujian Nasional atau yang biasa kita sebut dengan istilah UN (bukan United Nation). Dengan semangat yang menggebu ia berjalan kaki menuju kesekolah yang jaraknya memang tak jauh dari rumahnya, hanya sekitar 700 meter. Ia memilih untuk tidak naik angkot karena uangnya bisa ditabung untuk tambahan Biaya Pendaftaran mengikuti UMPTN tahun ini. Ia tak pernah menyerah karena keadaan, untuk itu ia sedikit berbeda dari teman-teman sebayanya yang lebih suka berpoya-poya dengan uang hasil pemberian orang tuanya. Ia tak suka membeli pernak-pernik ataupun assesoris wanita yang biasanya banyak dijual dipasar karena ia sadar bahwa itu semua hanyalah kesenangan yang sesaat.

Tidak terasa waktu pun berjalan begitu cepat, ia telah selesai mengerjakan soal-soal ujiannya untuk hari ini, jadi hanya tingal satu hari lagi. Setelah itu ratih langsung pulang kerumah, ia memilih untuk tidak duduk-duduk terlebih dahulu atau bercerita dengan teman-temannya. Ia harus langsung cepat pulang kerumah karena setelah makan siang ia harus membantu ibunya kesawah untuk memanen sayur untuk dijual ibunya besok dipasar. Sesampai dirumah terlebih dulu ia shalat dan kemudian ia makan siang.

Haripun berlalu begitu cepat tanpa terasa pengumuman hasil UAN pun sudah tiba dan Ratih lulus dengan hasil yang membanggakan. Setelah memilat hasil kelulusan ujian ia langsung pulang kerumah. Ia menolak diajak teman-temannya untuk coret-coretan baju atau konvoi-konvoi merayakan kelulusan, karena semua itu baginya hanya akan membuang-buang waktu saja.

Ratih...seru ibunya yang baru saja mengambil kayu bakar dibelakang rumah. “Alhamdulillah Mak aku lulus seru Ratih smbil memeluk ibunya.

“waduh ibu bangga sekali sama kamu nak”

“oh ya nak nanti malam bapak dan ibu mau ngomong sama kamu”

“ tentang apa Bu, tentang kulia Ratih nanti ya”

” pokoknya nanti malam dijelasin semua”

“ sekarang kamu makan dulu ya dulu”, “ya Bu”.

Sambil menghabiskan makan siangnya ratih pun terus berpikir apa yang akan dibicarakan oleh orang tuanya dan ia mempunyai firasat bahwa yang akan dibacarakan mengenai kemana ia setelah tamat SMA ini, dan kemungkinannya orang tuanya tidak akan mengizinkan dia untuk kulia karena faktor ekonomi.

Maghrib pun telah berlalu. Dirumah itu sudah ada Ayah, Ibu dan Kedua adik Ratih. “Ratih” ya pak,

“sebenarnya bapak berat untuk mengatakannya tapi harus bagaimana lagi, kita harus menerima keadaan ini, untuk tahun ini bapak tidak bisa mengkuliahkan kamu dan bapak berharap kamu sabar menerimanya, bapak bisa saja memaksakan diri mengkuliahkan kamu, tapi kamu masih punya dua orang adik dan tidak mungkin mereka putus sekolah hanya karena bapak mengkuliahkan kamu”.

“Yang sabar ya nak” tambah Ibunya

“iya pak bu, Ratih ikhlas kok bu”, sambil menahan tetesan air matanya ratihpun hanya bisa diam membisu menerima keadaan itu. Inikah realita negeri ini, yang sudah puluhan tahun merdeka dan kaya sumberdaya alam ini tapi masih banyak putra-putri negerinya yang putus sekolah hanya karena faktor ekonomi.

Ratih pun duduk menung dikamarnya sambil memikirkan kemana ia setelah tamat SMA ini, tetapi tiba-tiba hati ratih tersentak seperti mengingat sesuatu. Ia teringat dengan Adi kakak tingkatnya dulu. Ia bisa melanjutkan kuliah tanpa mengeluarkan biaya banyak seperti kebanyakan orang-orang karena ia memperoleh beasiswa ikatan dinas dari pemerintah daerah. Ratih pun terinspirasi oleh hal itu. Wajahnya yang tadi murung berubah menjadi cerah. Ia kemudian mengambil air wudhu dan shalat, ia pun tak lupa berdoa agar diberi kemudahan mengatasi semua ini, serta diberi kesabaran dalam menghadapinya.

Keesokan harinya, Ratih pergi ketempat Pak Marto, beliau merupakan pegawai kantor bupati dan kata orang beliau orangnya ramah dan baik hati. Berbekal kepercayaan diri ia pun memberanikan diri kerumah pak marto, hari ini hari sabtu jadi beliau pasti dirumah gumam si ratih. Ia pun akhirnya bertemu juga dengan Pak Marto dan Ia telah memperoleh informasi beasiswa itu.

Sesampai dirumah ia langsung menemui ibu dan bapaknya dan mengatakan bahwa ia akan mengikuti tes beasiswa ikatan dinas di kabupaten.

“Pak Bu saya mau ikut tes beasiswa ikatan dinas dari Pemda, jadi mohon doa restunya ya Pak Bu”

“tapi biayanya bagaimana nak”

“kalo lulus, Insyaallah ditanggung oleh pemerintah”

“tapi untuk pendaftarannya bagaimana nak”

“Alhamdullilah aq ada tabungan sedikit Pak Bu”

“ya uda kalo gitu kami hanya bisa mendoakamu nak karena kami ingin sekali melihat kamu bisa kuliah agar bisa mengangkat derajat kita”

“terima kasih pak bu atas doa restunya”

Setelah itu, Berbagai proses seleksi pun dilalui oleh ratih akan tetapi berkat ketekunan dan kecerdasannya, ia pun akhirnya bisa melanjutkan kuliah diperguruan tinggi negeri di pulau jawa dan semua biayanya ditanggung oleh pihak Kabupaten.



* Mahasiswa Bsi /VA, fak. Adab.IAIN STS JAMBI, Disampaikan pada diskusi di Sekolah Penulisan PSH

Kamis, 10 Juli 2008

POETRY

By Agus rahmansyah /English letters III A

Your tremble

When your voice present to my soul

Flee the voice sheet without emptiness

Make my heart so tremble

So make calm in the confusing

I do not know why

I feel you there

Something beside of me

Should I hide my feeling?

Should I hidden in the emptiness

Really I cannot afford restrain a groan my heart

This is afraid lost of you

This afraid the all disappeared from my daydream

Tossed like dew in morning

Tossed like dust in barren land

I do not want the all happen

I hope to always hear your tremble

Tremble which could to make a calmest in my soul

Which chase away the longing in my heart?

Which chase away the hubbub in my soul?



Your Supremacy

Shall my overcome all this

In room emptiness do not tip of

Passing contemplation which no desisting

I lift do to trot out in darkness

Circuit room which no desisting

Slamming dream which no desisting

I see at all of fig and hope

Overcoming blankness and vibration

I feel all full of meaning

In meaning there is infinite word

Unreadable in reality

What do not be describe in thing

Infinite really your creation

Really do not limit by your willing, God

Really your creation grand

No useless your creation


Forgetting you

I can’t feel you there

You are so far away

That’s no way for me for going

That’s all have been cut by you

I can’t reach where you are place

So much time to go away

And so tired to being like you

In this time I’ll break my heart

Just want for forgetting you

And I don’t want to think about you

In this time I’ll go away

For a while from your face

And take my self from you

And so tired to me being what you want

And so higher to be like your self

From a wile from your face


You are perfect

In my live you are so beautiful

I always keep for you

You flee the voice of peace

In every my steep

In every my live

In every my time

I always together with you

You are the spirit for me

You are my soul

Not doubt from you

Not falsehood in your eyes

Your live is my live

Your glade is my glade

Your shade is my shade

Yours is mine

You are the gift for me

The beautiful gift from my God

For me for my live

You are so perfect. Perfect and perfect


Saturday, February 9th, 2008

Unnamed

I will not load kinds of to you

I am the good people

I am only wishing just interlocutor not more

Weight feels my heart to laying open it

I cannot ready to touch you more than anything else hurt you

Your self is the best people which I recognize

You so perfect

In my eyes you so respect

Your self make myself more is meaning

Don’t know until when I will hide it

Although sometimes this mind fight my founding

Founding which will not recognize you farther

Really pain felt in this liver

But…………

This a fact to me

Ready to me pass all it



Tinggi

Dalam kesunyian terus kutatap awan
Kutatap kebawah
Kulihat jalan yang penuh hiruk pikuk
Kutatap semua wajah-wajah kehidupan
Ditengah gemuruhnya suara hati

Angina berhembus
Membawa diri dalam kedamaian
Tapi langkah tak sebatas ini
Ku terus mengenangmu
Walau hati tak sebening air
Dan tak seputih pasir

Aku tersentak
Aku tergoda
Dan aku telah terendam dalam lautan jiwamu
Kumohon lupakan aku
Tapi
Sikecil ini tak kan dapat mengalir dalam kedustaan

Hati terus berbisik
Terus meronta pada keputusan
Terus melilit pada sisa-sisa perasaan
Terus membayang pada dia yang sedang tenang
Dan menanti akhir dari keputusan




Kamis, 2008 Juli 10
By Agus rahmansyah /English letters III A
Your tremble
When your voice present to my soul
Flee the voice sheet without emptiness
Make my heart so tremble
So make calm in the confusing
I do not know why
I feel you there
Something beside of me
Should I hide my feeling?
Should I hidden in the emptiness
Really I cannot afford restrain a groan my heart
This is afraid lost of you
This afraid the all disappeared from my daydream
Tossed like dew in morning
Tossed like dust in barren land
I do not want the all happen
I hope to always hear your tremble
Tremble which could to make a calmest in my soul
Which chase away the longing in my heart?
Which chase away the hubbub in my soul?

Your Supremacy
Shall my overcome all this
In room emptiness do not tip of
Passing contemplation which no desisting
I lift do to trot out in darkness
Circuit room which no desisting
Slamming dream which no desisting
I see at all of fig and hope
Overcoming blankness and vibration
I feel all full of meaning
In meaning there is infinite word
Unreadable in reality
What do not be describe in thing
Infinite really your creation
Really do not limit by your willing, God
Really your creation grand
No useless your creation

Forgetting you
I can’t feel you there
You are so far away
That’s no way for me for going
That’s all have been cut by you
I can’t reach where you are place
So much time to go away
And so tired to being like you
In this time I’ll break my heart
Just want for forgetting you
And I don’t want to think about you
In this time I’ll go away
For a while from your face
And take my self from you
And so tired to me being what you want
And so higher to be like your self
From a wile from your face

You are perfect
In my live you are so beautiful
I always keep for you
You flee the voice of peace
In every my steep
In every my live
In every my time
I always together with you
You are the spirit for me
You are my soul
Not doubt from you
Not falsehood in your eyes
Your live is my live
Your glade is my glade
Your shade is my shade
Yours is mine
You are the gift for me
The beautiful gift from my God
For me for my live
You are so perfect, Perfect and perfect
Saturday, February 9th, 2008
Unnamed
I will not load kinds of to you
I am the good people
I am only wishing just interlocutor not more
Weight feels my heart to laying open it
I cannot ready to touch you more than anything else hurt you
Your self is the best people which I recognize
You so perfect
In my eyes you so respect
Your self make myself more is meaning
Don’t know until when I will hide it
Although sometimes this mind fight my founding
Founding which will not recognize you farther
Really pain felt in this liver
But…………
This a fact to me
Ready to me pass all it


Finished in jan7th , 2008
Galau

Ku sampaikan kisah-kisah semangat perjuangan ini
Dalam goresan tinta dan air mata
Dalam heningnya malam
Dalam dinginnya udara malam
Dalam pulir-pulir tetes keringat
Tak pernah putus dari kegalauan jiwa

Walau habis gelap kan datang terang
Walau habis panas kan datang dingin
Tak tersirat kata menyerah
Tak tersirat untaian putus asa

Merona jala-jalan ditengah kegersangan
Kegersangan hati yang tak kunjung padam
Kegalauan hati yang tak kunjung sirna

Tapi….
Terus mencailah
Terus berjuanglah
Gapai angan nan mulya
Gapai surya nan cerah
Disana terbentang tempat yang cerah
Dihari esok buah berjuangan akan menanti sang pemetik
Sang pemetik ialah sang penanam buah


Menatap nan jauh
Feb.1st,09
Rayuan angin tak juga sirna
Gemuruh bocah-bocah nan sore bermain bola
Ditengah sang awan yang mencoba menguning
Dan para peladang yang siap menaikkan penanya dipundak

Aku masih terus bergumam
Melangkah manis dudukpun tak nyaman
Kubayangkan dikau disana
Sedang aku tak tau
Tak tau gerangan hujan kan menerpa atau panaskah
Gerangan apa yang kau kehendaki

AKu malu tuk jujur padamu
Tapi aku tak ingin bayangmu sirna
Seiring bocah-bocah yang lari dari permainannya

Dan mungkin lembar-lembar kertas ini yang akan berbicara
Dan tetesan tinta-tinta ini yang ingin menertawaiku
Pada aku yang tak juga beranjak
Beranjak dari pendirian hati


Tok-tok “Shalby”
Feb.1st , 09

Tok tok suara pintu
Prak-prak, tepuk tangan
Tek tok, suara langkah itu

Parodi-parodi telah dimulai
Janji-janji pada negeri telah berkumandang
Wajah-wajah nan gagah berpapasan
Paras nan cantik bertebaran
Dan ragam pesona pemikat bergentayangan

Alam raya negeri bergembira
Wajah penuh harapan diantar rusuk-rusuk yang melintang
Ditengah kumal dan dekil pakaian
Mereka menanti harapan itu
Mereka ingin jajni itu

Mereka yakin engkau-engkau adalah manusia berbudi
Engkau-engkau adalah pilar yang menegakkan tiang tiang atap
Dan engkau bukan lah Shalby yang hanya tok-tok


Sunday, Jan. 4th 2009
Berat rasanya
Aku masih berada ditempat itu, tak cukup rasanya batin ini menahan gejolak hati yang kian membara.
Seperti kata orang menahan cinta itu seperti memegang bara api semakin ditahan semakin panas dan bergejolak.
Aku tak percaya semua itu tapi hati ini tak mungkin terus kudustai.
Mengapa aku terjerumus dalam kekacauan pikiran ini
Bukankah aku telah berniat untuk tidak ikut dalam pertempuran hati itu
Aku memang seorang lelaki
Dan aku pasti butuh seorang teman dalam hidup ini
Yang mengerti akan kepribadianku
Yang mengerti akan keadaanku.
Tak bermaksud banyak menuntut
Aku bias menerima kekurangmu
Tapi apakah kau bias menerima kekurangan yang melekat pada diriku
Tapi
Aku yakin semua ada penyelesaian
Semua akan ada keputusan
Semua akan ada kearifan tuk menyikapinya
Tapi
Aku tak tau kapan semua ini akan berakhir
Dan jawaban itu hanya ada didirku
Aku yang membuat kunci , aku yang mebuka dan aku pula yang memulai dan mengakhiri
Sungguh sebuah teka teki kehidupan yang meungkin mudah tapi bukan tidakmungkin banyak diantara kita mengalami kekacauan melaluinya.



Yours
Wednesday, February 11, 2009


Why my heart…always
Why my soul always remember you
Your self always come in my felling
There is always something different in my heart when I met you
I confuse…really

I always try to forget you
I always try to loss your slight in my feeling
But these felling always come
These feeling always come in my soul, always

In every my time
In every my activity
Your slight always present in my felling
Hard to fell
But I always keep my felling
And some times you will know
About my felling, about my heart
And you know
I love you more than you know
Belief it, you are part of my soul


Sunday, February 15, 2009
A few minutes with you

Today I talk with you
Just a few
A few minutes, but
It can make care my restlessness
It can cure my longing
I am tired to be like that
But I fine with you

I don’t believe in this felling
But my felling usually comes true
What its name is love
What it’s meant that I love you
Or just illusion
Or just a narcissism

I do not know the answer
The answer only in you and me
And I belief sometime
I will get the answer of my felling
True or false, but
You are my dream…


Kepulan asap itu
Wednesday, February 18, 2009

Membumbung tinggi dalam kehampaan
Menerjang batas dalam ruang-ruang
Mengusik celah yang telah terlelap

Asap-asap itu terus keluar
Mereka acuh pada celah-celah yang sunyi
Mereka bawa putih menjulang

Berlalu lalang didepan sana
Siroda empat yang tak kenal lelah
Yang tak kenal teriknya surya
Dan tak lekang dinginnya tetesan embun

Namun aku terus mencari
Mencari akan titik pencerah kehidupan ini
Dan sepertinya kita perlu bertanya siapa aku
Siapa engkau, dan siapa kamu
hingga esok menyapa ramah
jangan kau tanggalkan siapa dirimu

benih itu,
Wednesday night, February 18, 2009
Puing kedamaian yang telah layu
Yang telah lanyu oleh daun yang bersemi
Daun bersemi menggoda hati
Daun layu menguning dan berguguran

Helai-helai itu kini menaiki tahtanya
Mencoba merebut kembali
Mencoba mengail sisa-sisa cinta yang ada
Menghidupkan kembali getaran itu

Rangkain air mata dan darah tertumpah
Kata-kata dan rayuan melayangkan kemanisan
Kemanisan yang semu
Keasaman yang abstrak
Dan kerinduan yang tabu
Dan janji-janji yang yang tertupahkan ditanah bumi pertiwi


Saturday night, february 21th , 2009
Bungkam
Mungkinkah saat ini ku harus bicara
Haruskah kita bicara
Bicara pada dinding-dinding kehidupan
Diding terjang yang meneropong kehidupan

Mereka, mereka dan mereka
Yang tak lekang diterpa badai ombak
Yang berjuang pada diding-dinding kehidupan
Dan bukan mereka,,
Yang berselimut janji-janji semu
Yang berbaju dusta
bersepatu kebohongan
dan berkendara kepentingan

kita tahu bangsa ini sedang menangis
anak negeri yang terus meronta
penduduk negeri yang terus didera
dan kita kan larut dalam kehampaan semu

Senin, 19 Mei 2008

kerja keras, disiplin dan pantang menyerah adalah salah satu kunci kesuksesan
karena kita bukan orang-orang yang bermental pecundang
berjuang sampai langkah terputus

Sabtu, 02 Februari 2008

conversation for job

Assignment of speaking II for mid-test

By : Agus rahmansyah (AI060749) BSI / III A

Lecturer: A.RASYID ALI, M.P.d

Conversation in the telephone

A:APPLICANT B:CALLER

A: Hallo good morning Yusuf speaking, who is calling, please?

B: This is clara from Nusa company, are you Yusuf antono?

A: Yes, I am Yusuf antono

B: Tomorrow you have to come to our office for interview, are you ready?

A: Ok, I am ready thank you very much madam

B: You are welcome

Conversation for interview in the office of Nusa Company

A: APPLICANT B: INTERVIEWER

A: Good morning, sir

B: Good morning, Come in and sit down, please !

A: Thank you very much, sir

B: What is your name?

A: My name is Yusuf, my full name is Yusuf antono

B: Are you married?

A: No, I am not married I am still single

B: Ok, tell me about yourself?

A: I was born and raised in yogyakarta, I attended the University of Gajah mada and received my master’s degree in economics, I have worked for various companies including Moreno consultants, Quasar insurance and sardi and sons. I enjoy playing tennis in my free time and learning languages.

B: What type of position are you looking for?

A: I would like any position for which I qualify.

B: Are you interested in a full-time or part-time position?

A: I am more interested in a full-time position. However, I would also consider a part- time position.

B: Can you tell me about your responsibilities at your last job?

A: I advised customer on financial matters, after I consulted the customer, I completed a customer inquiry form and catalogued the information in our database, I then collaborated with colleagues to prepare the best possible package for the client, the clients were then presented with a summarized report on their financial activities that I formulated on a quarterly basis.

B: What is your greatest strength?

A: I work well under pressure, when there is a deadline, I can focus on the task at hand and structure my work schedule well, I remember one week when I had to get six news customers reports out by Friday at 05.00 pm, I finished all the reports ahead of time without having to work overtime.

B: What is your greatest weakness?

A: I work too hard and become nervous when my co-workers are not pulling their weight (doing their job). However, I am aware of this problem, and before I say anything to anyone, I ask myself why the colleague is having difficulties.

B: why do you want to work for Nusa Company?

A: After following your company progress for the last three years, I am convinced that Nusa Company becoming one of the market leaders and I would like to be part of the team.

B: When can you begin to work?

A: As soon as you would like me to begin.

B: What types of people do you find hard to get along with?

A: I have a discussion with my colleague the other day, he told me that I am too impatient with slow performers. He mentioned that the world is full of ordinary people and I cannot expect to everyone to be great performers. So I guess I do have trouble with poor subordinate, I do not expect myself to ever accept poor work but I am learning to patient and make use of the strength that a person possesses.

B: How do you handle a conflict situation that occurs in your work place?

A: I usually work thing out with other people before a conflict occurs, but in situation where conflict cannot be avoided I will confront them immediately with reasons and explanations to clear the conflict.

B: You seem to have little experience with sales and marketing. How do you intend to learn up the knowledge you need to perform well in this job?

A: Well, throughout my career I have meet many changes and proven to be able to adapt to them quickly, for example, when my company computerized its inventory system, I did not have the time to go through the training session, since the software came with a user manual and computer base tutorials, I took the initiative to study and practice at home which enable me to master it, I hoe I would able to do the same to pick up the rudiments of your budgeting system.

B: How do you handle challenges?

A: During a difficult financial period, I was able to satisfactorily negotiate repayment schedules with multiple vendors.

B: How do you handle stress/pressure?

A: I react to situations, rather than to stress, that way the situation is handled and does not become stressful.

B: What are your goals for the future?

A: My long time goals involve growing with a company where I can continue to learn, take on additional responsibilities, and contribute as much of value as I can

B: How will you achieve your goals?

A: I plan on gaining additional skills by taking related training and continuing my involvement with a variety of professional associates

B: Is there anything else about you I should know?

A: I think we have covered everything, but I would like to take opportunity to reemphasize the key strengths that I would bring the position.

The first management skills, I run a department almost the same size as this one, I have been able to manage very well the change through out my career thus I will be able to perform well if your company decides to offer me the position, and the secondly Enthusiasm, I am very excited about the prospect of working here, when do you expect to make a decision?

B: How much do you expect your salary per month?

A: It’s up to the company.

B: Ok, you start working tomorrow as assistant of sales and marketing manager

A: Thank you very much, I am very happy could work in this company.

Jumat, 04 Januari 2008

Cooking//hobbies

SENSASI BERBAGAI RASA

BISCKUIT

KUE PARMESAN DAN BUNGA MATAHARI

Waktu pengolahan : 30 menit

Lama pemasakan : 10-15 menit

Membuat sekitar 35 potong

Bahan-bahan:

150 gram mentega tawar

¾ mangkuk parutan keju parmesan

1/3 mangkuk parutan keju cheddar

1¼ mangkuk tepung terigu

2-3 sendok teh lada putih

¼ mangkuk biji bunga matahari

¼ parutan keju parmesa, untuk tambahan

Ø Panaskan lebih dulu oven sampai mencapai suhu 180°C, alasi dua baki oven dengan kertas aluminium.

1. Gunakan pengocok elektronik (mixer) kocok mentega sampai mengkilap dan berwarna krem, tambahkan keju parmesan dan cheddar kemudian kocok sampai menyatu.

2. Gunakan sendok logam, aduk tepung dan bumbu tambahkan biji bunga matahari, satukan campuran dengan tangan yang di tepungi, kemudian tuangkan ke atas wadah yang ditaburi sedikit tepung dan remas 2-3 menit atau sampai halus.

3. Tuangkan adonan pada dua kertas aluminium sampai 5mm tebalnya, potong menjadi ukuran persegi empat, gunakan pisau pemotong kue persegi empat berukuran 4cm yang di telah di tepungi. Tempatkan pada baki oven yang telah disiapkan, tunggu sampai potongan-potongan kue itu mengembang, taburi di atas setiap kue itu dengan sedikit keju parmesan. Panggang sekitar 10-15 menit atau sampai kue itu berwarna keemasan, kemudian dinginkan di atas nampan.

CATATAN MEMASAK

Waktu penyimpanan : kue bisa di simpan dalam toples kedap udara hingga dua hari di tempat yang sejuk dan kering.

Petunjuk : kue juga bisa dipotong dalam berbagai macam bentuk dan ukuran yang berbeda, seperti bulat atu bintang. Hidangkan dengan minuman atau sebagai gandengan sup atau selada

Variasi : gunakan dua sampai tiga sendok the sup bawang perancis untuk pengganti lada putih. Tambahkan satu sendok makan cincangan bumbu segar (lokio, daun sop, kemangi, thyme( tumbuhan pengharum makanan atau rosmary) kemudian campur dengan biji bunga matahari.

CHOC-HAZELNUTS SCROLLS

(CHOC-GULUNGAN KACANG KEMIRI)

Waktu pengolahan : 25 menit

Lama pemasakan : 15 menit +30 menit pendinginan

Membuat sekitar 35 potong

Bahan-bahan:

2 mangkuk tepung terigu

½ mangkuk kacang tanah

100 g mentega tawar, dicincang

½ mangkuk gula pasir

1 butir telur, di kocok sedang

¼ gelas lumuran cokelat kacang

Ø siapkan dua buah baki oven berukuran 32 x 28 cm dan lapisi dengan kertas aluminium.

1. Letakkan bahan-bahan kering kedalam mangkuk pengolah makanan: tambahkan mentega dan gula, aduk gunakan mixer selama 30 detik atau sampai bercampur dengan baik dan benar-benar hancur. Tambahkan campuran telur dan air: olah sekitar 20 detik sampai campuran berbentuk adonan, tuangkan keatas wadah yang permukaannya ditaburi sedikit tepung, kemudian remas-remas sekitar 30 detik atau sampai halus.

2. Bentangkan adonan di atas kertas aluminium berbentuk persegi panjang berukuran 25 x 35 cm, potong bagian tepi yang tidak rata, lumuri dengan rata bentangan adonan dengan lumuran kacang. Gunakan kertas untuk mengangkat adonan, gulung kembali dari sepanjang sisinya dengan gaya mengulung swis kemudian bungkus rapat dengan kertas dan dinginkan selama 30 menit.

3. Panaskan oven sampai mencapai suhu 180°c. Potong adonan dengan ukuran irisan 1 cm, bersihkan mata pisau tiap kali melakukan pemotongan, kemudian tempatkan pada baki oven yang telah di sediakan, panggang selama 15 menit kemudian pindahkan ke rak kawat untuk mendinginkan.

CATATAN MEMASAK

Waktu penyimpanan : Simpan dalam toples kedap udara hingga tiga hari.

Variasi : Gunakan kacang tanah macadamia sebagai ganti kacang kemiri.

Petunjuk : Lumuran cokelat kacang kemiri bisa ditemukan di bagian selai dan lumuran/pulasan di berbagai supermarket.

BISKUIT/KUE COKELAT WIJEN

Waktu pengolahan : 15 menit

Lama pemasakan : 12 menit

Membuat sekitar 33 buah

Bahan-bahan:

¾ mangkuk tepung terigu

¼ mangkuk bubuk cokelat

¾ mangkuk tepung gandum

1 mangkuk biji wijen

¾ mangkuk gula pasir

100 g mentega tawar

2 sendok makan sirup jeruk oranye/berwarna kuning tua

1 sendok makan air mendidih

1 sendok makan bikarbonat soda

185 g larutan susu cokelat, di larutkan

Ø Panaskan oven sampai mencapai suhu 160°c . dua buah baki kue berukuran 32 x 23 cm dan lapisi dengan kertas aluminium.

1. Ayak tepung dan cokelat kedalam mangkuk pencampur bahan berukuran besar, tambahkan gandum, biji wijen dan gula, letakkan ditengahnya.

2. satukan mentega dan sirup oranye kedalam panci kecil, aduk di atas pemanas dengan suhu rendah sampai mentega melarut dan bercampur dengan halus, kemudian turunkan dari pemanas. Tuangkan air mendidih kedalam mangkuk kecil; tambahkan soda dan aduk soda sampai benar-benar larut, kemudian tambahkan campuran sirup oranye, kemudian tuangkan campuran kedalam bahan-bahan kering, gunakan sendok logam dan aduklah sampai menyatu dengan baik.

3. Tuangkan secara bertingkat tiga sendok makan adonan tersebut di atas baki yang telah di sediakan, biarkan sampai mengembang. Ratakan tiap satu ukuran dengan ujung jari, kemudian panggang selama 12 menit dan dinginkan kue itu di atas nampan selama 5 menit sebelum di pindahkan ke rak kawat untuk di dinginkan dengan sempurna, lumuri kira-kira satu sendok teh cokelat keliling 3 cm di setipa kue.

CATATAN MEMASAK

Waktu penyimpanan : Kue kering dapat di simpan dalam toples kedap udara sampai satu minggu.

Petunjuk : Untuk rasa cokelat tambahan, tambahkan dua sendok makan kepingan cokelat tua untuk campuran atau percik’i kue itu dengan larutan cokelat tua. Bubuk cokelat mempunyai warna yang bermacam-macam; semakin tua warnanya semakin kaya rasanya.

indonesiaindonesia.com